MIG33TEBINGTINGGI

Welcome to the Mig33tebingtinggi Community
 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  AnggotaAnggota  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Cruyff, Soal Madrid dan El Clasico

Go down 
PengirimMessage
harry
Brigadir Jendral
Brigadir Jendral
avatar

Male
Jumlah posting : 183
Age : 29
Lokasi : MEDAN - TAMORA - TEBING
Job/hobbies : FUTSAL is the best.. lol....
Mig33 UserName : mig33username
Registration date : 27.09.08

PostSubyek: Cruyff, Soal Madrid dan El Clasico   Wed Dec 10, 2008 12:31 pm

Mantan pemain legendaris Barcelona, Johan Cruyff angkat bicara jelang duel bergengsi El Clasico, Sabtu (13/12). Dengan vulgar Cruyff menikam seteru utama Barca, Real Madrid yang sedang meradang. Legenda hidup Belanda itu mempertanyakan kebijakan regenerasi pemain muda di Madrid.

Dari enam laga terakhir di La Liga, Madrid mendulang tujuh poin. Jumlah yang sangat miris bagi juara bertahan dan membuat mereka turun ke peringkat kelima di klasemen sementara dan terpaut sembilan poin dari Barca di posisi pertama.

Bicara mengenai Madrid, Cruyff menyatakan kalau klub paling bergelimang gelar di Spanyol itu telah kehilangan arah filosofi sepakbola yang sebelumnya dianut. Kedua pelatih jadi sorotan, Pep Guardiola di Barca dan Bernd Schuster di Madrid. “Pep (Guadiola) tidak melakukan revolusi dari sistem yang sudah baku dianut Barca. Dia hanya melanjutkan filosofi yang sudah melekat di Nou Camp,” ujar Cruyff kepada harian olahraga Sport.

Cruyff ketika kembali ke Nou Camp sebagai pelatih pada 1988, menyegarkan kembali filosofi tersebut. Tapi, “Kesuksesan tetap berada di tangan pelatih, apakah suksesor saya melanjutkan filosofi itu atau tidak,” imbuhnya. Sedangkan di Madrid, “Mereka tidak tahu bagaimana mempertahankan atau menemukan kembali filosofi yang terakhir dianut era ‘Quinta del Buitre’.”

Era Quinta del Buitre merupakan masa keemasan Los Merengues pada 1980-an. Ketika itu pemain lokal binaan klub menjadi tulang punggung tim, yang dipimpin oleh penyerang berjuluk “Si Burung Nazar”, Emiliano Butragueno. Sejak era itu berakhir Madrid lebih cenderung mengoleksi pemain bintang, atau pemain jadi.

Walaupun Madrid bisa dikatakan sedang ditimpa krisis dan Barca sedang dalam top-form, namun Cruyff mengingatkan pada anak-anak asuhan Guardiola untuk jangan sesekali meremehkan rivalnya. Duel El Clasico yang dipenuhi tekanan sangat berbeda dengan partai lainnya.

“Barca sedang bermain apik, tapi kami harus hati-hati dengan euforia yang berlebihan,” klaim pria berusia 61 tahun itu. “El Clasico selalu menjadi partai yang berbeda dibanding partai lainnya. Bagi saya hasil duel akhir pekan nanti juga bukan penentu siapa yang berhak atas gelar juara. Masih ada 69 poin yang diperebutkan.”

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Cruyff, Soal Madrid dan El Clasico
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
MIG33TEBINGTINGGI :: SPORT :: Liga Spanyol-
Navigasi: